Pengertian Puasa dan Macam-macamnya, Dalil Puasa, Yang Membatalkan Puasa, Syarat Rukun Puasa

1. Pengertian Puasa dan Macam-macamnya


Puasa menurut Bahasa Arab artinya adalah "Menahan dari segala sesuatu", seperti menahan minum, nafsu makan dan berbicara yang tidak bermanfaat.

Sedangkan pengertian puasa menurut agama islam adalah "Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkannya, lamanya satu hari, dimulai dari terbit matahari dan berakhir sampai terbenamnya matahari dengan niat dan beberapa syaratnya."  Puasa adalah rukun islam yang kelima dan wajib kita imani dan laksanakan.

Puasa
Pengertian Puasa Macam-macamnya, Dalil Puasa, Yang Membatalkan Puasa, Syarat dan Rukun Puasa


Macam-macam puasa:

  1. Puasa wajib. Yaitu puasa pada bulan Ramadhan, puasa kafarat dan puasa nazar (janji).
  2. Puasa sunnah.
  3. Puasa makruh
  4. Puasa Haram. Yaitu puasa yang diharamkan pada bulan/tanggal-tanggal tertentu. Misal puasa pada hari Raya idul fitri, hari raya idul adha, dan 3 hari sesudah hari raya idul adha, yaitu pada tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah.


2. Dalil Puasa


Banyak dalil yang menjadi sumber hukum melaksanakan puasa, baik dari al'quran maupun hadits. Karena Rasulullah sendiri telah melaksanakannya dan memerintahkannya kepada umatnya. 


Dalil Puasa Bersumber Dari Al-qur'an:


  • Al-baqarah ayat 187. (Referensi dari https://tafsirq.com)

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya: "Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa."

  • Al-baqarah ayat 183-183. (Referensi dari https://tafsirq.com)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," {183}

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: "(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." {184}

Hadits yang menyinggung masalah puasa:


  • Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim
"Dari Ibnu Umar, ia berkata: "saya telah mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda: "Apabila malam datang, siang lenyap, dan matahari telah terbenam, maka sesungguhnya telah datang waktu berbuka bagi orang yang puasa."

  •  Hadits Riwayat Ibnu Majah, Al-Baihaqi
Bulan ramadhan ialah bulan yang Allah telah wajibkan atasmu, berpuasa; dan aku mensyari'atkan bagimu ibarat pada malam harinya. Maka barangsiapa yang berpuasa pada bulan ramadhan dan beribadah di malam harinya karena iman dan mengharap ridha Allah keluarlah ia dari dosa-dosanya sebagaimana seorang bayi yang baru keluar dari perut ibunya.

  •  Hadits Riwayat Bukhari
Semua amal manusia baginya, melainkan puasa; maka sesungguhnya puasa itu bagi Ku dan Aku akan memberi pembalasannya.

  • Hadits Riwayat Ibnu Hazm
 Puasa adalah perisai selama ia belum dirobek degan dusta dan mengumpat.

  • Al-hadits
Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap ridha Allah, diampunilah semua dosanya yang telah lalu.

  • Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah
Bukanlah puasa itu hanya dari makan dan minum, tetapi puasa itu dari perkataan-perkataan kotor dan cari maki.

  • Hadits Riwayat Muslim
Apabila bulan ramadhan datang, pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka di tutup dan syetan-syetan diikat.

  • Al-hadits
Berapa banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa, kecuali lapar dan dahaga.

  • Hadits Riwayat Turmudzi
Siapa yang memberi makan berbuka orang yang berpuasa, ialah mendapat pahala seperti pahalanya (yang berpuasa) tanpa mengurangi pahalanya yang berpuasa sedikitpun.

  • Hadits Riwayat Bukhari, Muslim dan Baihaqi
"Islam itu ditegakkan atas 5 dasar. (1) bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yag hak (patut disembah) kecuali allah, dan bahwasanya Muhammad itu utusan Allah, (2) mendirikan shalat lima waktu, (3) membayar zakat, (4)  mengerjakan haji ke Baitullah (5) berpuasa pada bulan ramadhan.
Puasa pada bulan itu merupakan salahsatu dari rukun islam yang kelima, diwajibkan pada tahun kedua hijriah, yaitu tahun kedua sesudah Nabi Muhammad SAW, hijrah ke Madinah. Hukum melaksanakannya adalah fardhu kifayah atas tiap-tiap orang (baligh dan berakal), dengan ketentuan-ketentuan seperti berikut ini:

  1. Dengan melihat bulan bagi yang melihatnya sendiri
  2. Dengan mencukupkan bulan sya'ban 30 hari, maksudnya bulan dan tanggal sya'ban itu dilihat
  3. Dengan adanya melihat (ru'yat) hilal atau bulan yang dipersaksikan oleh seseorang yang adil.
  4. Dengan kabar muttawatir, yaitu kabar dari orang banyak, sehingga mustahil untuk berdusta.
  5. Percaya kepada orang yang melihat
  6. Dengan ilmu hisab atau ilmu bintang.


Rasulullah telah mengajarkan puasa sembilan kali Ramadhan, delapan kali 29 hari, satu kali pas 30 hari. Beliau berkata dalam hadits riwayat Bukhari, "Bulan itu kadang-kadang 30 hari, kada-kadang 29 hari."

3. Syarat Wajib Puasa


  1. Berakal. Orang yang gila tidak wajib untuk berpuasa.
  2. Baligh. (Minimal 15 tahun keatas) atau ada tanda-tanda sudah masuk usia pubertas. Sedangkan, anak-anak tidak wajib puasa. Tapi alangkah baiknya jika mengajarkan anak-anak berpuasa mulai dari usia dini. Sabda Nabi Muhammad: "Tiga orang yang terlepas dari hukum; (1) orang yang sedang tidur hingga ia bangun, (2) orang gila sampai ia sembuh, dan (3) kanak-kanak sampai ia baligh". (H.R. Abu Dawud dan Nasa'i)
  3. Kuat berpuasa. Orang yang sudah tua, sakit parah mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Seperti ayat 185 dari surat al-baqarah yang sudah dituliskan di awal penjelasan ini.

Syarat Sah Puasa


  1. Islam
  2. Mumayiz. Adalah membedakan antara hal atau sesuatu yang baik dengan yang buruk.
  3. Suci dari Haidh (kotoran) dan nifas (Darah yang keluar setelah melahirkan). Seperti pada hadits ini: Dari Aisyah r.a, ia berkata: "Kami disuruh oleh Rasulullah SAW mengqada atau mengganti puasa, dan tidak disuruhnya untuk mengqada shalat." (H.R Bukhari).

4. Rukun Puasa


  1. Niat pada malam harinya. Yang dimaksud malam puasa adalah malam yang sebelum dilakukannya puasa. Berdasarkan hadits berikut ini: "Barang siapa yang tidak berniat puasa pada malamnya sebelum fajar terbit, maka tiada puasa baginya." (H.R Lima orang ahli). Kecuali, puasa sunnah. Boleh berpuasa pada siang harinya, asalkan sebelum matahari condong ke barat (zawal). Perhatikan hadits berikut ini: Dari Aisyah r.a, ia berkata: "Pada suatu hari Rasulullah SAW datang (ke rumah saya). Beliau bertanya, "Adakah makanan padamu?" Saya menjawab, "Tidak apa-apa". Beliau lalu berkata, "Kalau begitu, baiklah sekarang saya berpuasa. "Kemudian pada hari lain beliau datang pula. Lalu kami berkata "Ya Rasulullah, kita telah diberi hadiah kue Haisu." Belau berkata "Mana kue itu?" Sebenarnya saya dari pagi puasa, Lalu beiau makan kue itu." (Riwayat Jama'ah ahli hadits, Kecuali Bukhari).
  2. Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa.


5. Yang Membatalkan Puasa


  1. Makan dan minum
  2. Muntah yang disengaja, sekalipun tidak ada yang kembali kedalam mulut. Muntah yang tidak disengaja, tidak membatalkan puasa.
  3. Bersetubuh.
  4. Gila
  5. Keluar mani dengan sengaja. Karena keluarnya mani itu merupakan puncak yang dituju pada persetubuhan, maka hukumnya disamakan dengan berstubuh. Adapun keluar mani karena bermimpi, mengkhayal dan sejenisnya. Tidak membatalkan puasa.

6. Yang Boleh Membatalkan Puasa


  1. Orang yang sakit. Sakit parah atau jika orang tersebut berpuasa mengakibatkan lebih parah lagi sakitnya, maka orang tersebut diperbolehkan untuk membatalkan puasanya.
  2. Orang yang dalam perjalan atau musaffir (kurang lebih 80, 640 km) boleh membatalkan puasa
  3. Orang tua yang sudah lemah, tidak kuat lagi jika ia berpuasa
  4. Orang hamil dan ibu yang menyusui anak.


Referensi:

  • H.Sulaiman Rasyid, FIQIH ISLAM, Bandung:Sinar Baru algesindo, 1994, cet.27
  • https://tafsirq.com

Dari penjelasan diatas, penulis berharap ada sedikit ilmu yang bisa diterima oleh pembaca. Agar ilmunya menjadi bermanfaat. Itulah penjelasan singkat mengenai Pengertian puasa, macam-macam puasa, dalil melaksanakan puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, syarat dan rukun puasa.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Puasa dan Macam-macamnya, Dalil Puasa, Yang Membatalkan Puasa, Syarat Rukun Puasa"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Yang Sopan. Mohan Maaf Dilarang SPAM dan SARA.