Apa Itu Cinta

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Selamat hari minggu dan selamat berakhir pekan untuk kamu yang baca artikel ini.

Ada sedikit cerita yang ingin saya bagikan, mengenai permasalahan tentang perasaan.
Sebenarnya sudah lama saya ingin menuliskannya di blog, tapi baru sempat sekarang dan memang harus pikir-pikir lagi biar mantep isinya hehe.

Sebelum kamu membaca penjelasan dibawah ini mengenai 'perasaan', saya sebagai penulis artikel ini mohon maaf sebesar-besarnya jika nanti didalam tulisan terdapat kata atau kalimat yang tidak pantas untuk dituliskan ataupun terdapat kata atau kalimat yang menyakiti hati pembaca.

Semoga pembaca bisa membaca tulisan ini sampai akhir, semoga isinya bermanfaat dan tidak membosankan untuk dibaca.

FYI: Ini bukan untuk diperdebatkan. Bukan untuk membela yang pro atau kontra. Hanya pengalaman dan pemikiran penulis saja. Dan sebagai penulis, hanya ingin mengingatkan. Pacaran itu biar menjadi urusan kalian dengan Tuhan.

Menurut anak zaman sekarang, perasaan itu ya indentik dengan namanya pacaran. Mereka menyamakan apa artinya suka, sayang dan cinta. Padahal ketiga rasa itu berbeda, mereka terlalu meremehkan arti cinta, menurut saya.

Karena mereka dipisahkan dengan koma, kemudian terdapat kata 'dan'. Jadi artinya pasti berbeda.

Saya coba sedikit ingin menjelaskan arti ketiga perasaan tersebut. 

Rasa suka itu dapat kita ungkapkan. Rasa suka itu memiliki alasan
Contoh: Kenapa kamu suka saka sama jam itu? Karena jamnya lucu. Kenapa kamu suka dengan hp itu? Karena warnanya bagus. Dan juga kenapa kamu suka sama orang itu? Karena orang itu tampan, baik hati, soleh dan lainnya.

Rasa suka itu datang dan pergi sesukanya yang diinginkan oleh diri sendiri dan juga rasa suka itu pasti memiliki alasan. Tapi ketika alasan itu hilang, maka rasa sukapun akan hilang. Masa sih? 

Sekarang gini, kamu percaya bahwa wajah seseorang ketika tua akan keriput? Ya, itu pasti, Kamu boleh saat ini suka sama orang tersebut karena berwajah tampan atau cantik. Tapi bagaimana untuk 40 tahun yang akan datang?

Rasa sayang? Sudah ada sedari dulu didalam diri manusia. Bukan yang datang dan pergi kapan saja. Menurut saya, semua orang pasti memiliki rasa rasa sayang. Baik preman, gangster, manager, bos, tukang bangunan dan lainnya pasti memiliki rasa sayang terhadap sesamanya maupun rasa sayang terhadap bintang dan tumbuhan. Sejahat apapun orang itu pasti memiliki rasa sayang, walaupun kadarnya tidak diketahui. Karena manusia pasti memiliki sisi rasa kemanusiaan. Sayang itu berbeda dengan cinta dan suka.

Orang yang sayang sama seseorang itu tidak harus memiliki rasa suka terlebih dahulu. Ketika ada seseorang yang salah melangkah, kamu mencoba untuk mengingatkannya. Itu juga termasuk rasa sayang, karena tidak mau orang tersebut salah jalan. Dan masih banyak lagi contohnya.

Rasa cinta? Hmm ini perasaan yang paling unik dan misterius yang telah Allah berikan kepada hamba-hambaNya.
Rasa cinta itu bisa datang kapan saja, dimana saja dan juga dengan siapa saja. Baru pertama kali bertemu, bahkan sama sekali belum bertemu tetapi sudah bisa merasakan jatuh cinta. Unik bukan? Ya memang, cara Tuhan itu unik dan tak terduga kapan kedatangannya dan dengan siapa.

Cinta itu sulit di definisikan.


Halal is the only definition of love.
Image: Tumblr

Cinta itu bukan hanya sekedar omongan. Cinta itu sungguhan. Cinta adalah pembuktian. Berbeda dengan cinta, suka hanya lewat. Ketika kamu menyukai seseorang, ya kamu menyukai apa yang ada di dalam dirinya.

Dengan cinta, bagaimanapun kondisi pasangan kamu, kamu tidak memandang fisik, sifat dan hal lainnya. Justru dengan cinta, membuat kekurangan menjadi kelebihan. Karena cinta tidak membutuhkan alasan.

Tapi yang jadi permasalahan adalah anak zaman sekarang seenaknya sendiri dalam 'mengartikan' atau 'mengekspresikan' dari 3 perasaan tersebut dengan cara hubungan yang tidak halal, yaitu pacaran.

Biasanya ketika seseorang mengingatkan orang lain yang berpacaran adalah dengan menggunakan dalil al-isra ayat 32:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

Tapi menurut saya cara itu kurang mempan untuk mereka. Karena menurut saya sendiri juga itu bukan hanya untuk orang pacaran. 

Dalil diatas untuk sema orang, bukan hanya untuk orang yang berpacaran saja. Untuk kamu yang dekat dengan bukan mahramnya walaupun bukan pacaran. Yang berboncengan dengan bukan mahramnya, walaupun bukan pacarnya. Dan yang jalan berduaan, walaupun bukan dengan mahramnya.

Karena setau saya, zina itu ada banyak bentuknya. Ada zina mata, melihat yang tidak semestinya. Zina telinga, mendengar perkataan-perkataan dari seseorang yang tidak semestinya. Zina mulut, mengucapkan perkataan yang tidak pantas. Dan bentuk zina lainnya. Maka dari itu,  hal tersebut cakupannya luas. Dan karena hal tersebut, ketika ada orang yang berpacaran terus diingatkan dengan dalil tersebut, sepertinya kurang mempan. 

Pengalaman sendiri, pernah berpacaran. Dan alhamdulillah sekarang saya sedikit coba untuk meninggalkan hal buruk yang namanya pacaran. Dengan cara apa? Berfikir. Tuhan memberikan kita otak gratis, maka tolong gunakan untuk berfikir plis.

Pacaran yang saya jalani dulu malah membuat hati saya 'hampa', ntah perasaan macam apa itu saya sulit untuk menjelaskannya.

Ada beberapa hal yang ingin saya bagikan alasan apa yang membuat saya berhenti pacaran. Saya gunakan logika saja, kalau dengan menggunakan dalil qur'an saya takut salah menafsirkan, karena ilmu saya belum seberapa. Semoga alasan dibawah ini membuat kamu 'insaf' juga yang dari namanya pacaran.

1. Ngabuburit bareng pacar

Alhamdulillah kita masih bertemu dengan bulan ramadhan, Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita dibulan ramadhan. Seharusnya di bulan ramadhan (khususnya) kita harus lebih banyak banyak lagi mencari kebaikan, karena Allah akan melipatgandakan pahala yang kita kerjakan dalam hal perbuatan. Namun sangat disayangkan, bukannya banyak-banyak mencari kebaikan, eh ini malah banyak-banyak mencari keburukan.

Contoh: ngabuburit bareng pacar, naik motor berduaan sambil berpelukan. Pacarannya saja sudah dilarang, apalagi ngabuburit bareng pacar di bulan ramadhan, dan juga melakukan perbuatan yang tidak pantas, Astaghfirullah. Itu sama saja ibarat isi air dikeranjang. Percuma. Iya ibadah puasanya percuma.

2. Bersentuhan dengan yang bukan mahramnya

Memang hal seperti ini menurut saya juga sulit untuk menghilangkannya. Namun, sebisa mungkin saya tidak melakukannya dengan sengaja. Hanya batas kewajaran, seperti berjabat tangan. Memang hal itu tidak boleh. Makanya saya sendiri juga lihat-lihat jika orang tersebut memang ingin menjaga kesuciannya, ya saya hanya sekedar memberi senyum. Lihat kondisi.

Oiya ada satu hal yang membuat saya berfikir lagi. Ada wanita yang sudah berwudhu untuk melaksanakan shalat. Kemudian ada seorang pria yang ingin menyentuhnya, dan wanita itu pun berkata "Jangan sentuh saya, saya habis berwudhu/bersuci." Setelah berwudhu, apakah boleh disentuh?

Pikiran saya adalah jika mengatakan hal seperti itu berarti kesucian dia hanya sebatas ketika dia sudah berwudhu saja? Selebihnya? Coba pikir lagi deh, barangkali saya yang salah menyimpulkan hehe.

3. Jatuh kelubang yang sama

Kamu tahu bagaimana proses orang pacaran? Jika belum tahu, seperti ini:
Kenalan -> Minta nomer hp, nomer whatsapp, pin bbm, id line line dan juga username facebook -> Chattingan -> saling 'Love' di Instagram dan saling 'Like' di facebook -> Menyatakan perasaan -> Diterima -> Pacaran -> Ada Masalah -> Ribut -> Putus -> Nangis, sedih, kecewa, frustasi.

Padahal, pacaran ya gitu gitu saja. Tapi apa kamu tidak sedikit ada fikiran untuk tidak jatuh kepada lubang yang sama?

4. Semoga cepat dihalalkan ya, mas

Point ini yang cukup bikin saya sedikit tertawa. Kenapa tidak, lihat saja tulisannya "Semoga cepat dihalalkan ya, mas".
Pernah baca atau dengar hal yang semacam itu? Justru kalau itu dilakukan dengan cara langsung dilamar it's ok. Karena proses lamaran itu ibarat sudah mengikat sesorang dan tinggal melanjutkan ke jenjang pernikah.

Lah kalau pacaran? Jika dikatakan semoga cepat dihalalkan ya, mas. Berarti apa yang kamu sekarang jalani adalah perbuatan yang haram. Kamu sudah tau apa definisi haram itu. Belum tahu? Saya kasih tahu, haram adalah apabila kita tinggalkan mendapat pahala dan apabila kita kerjakan mendapat dosa. 

5. Wanita ibarat Provider, dan pria ibarat user

Pernah tahu ada provider telekomunikasi yang memberikan penawaran untuk mencari point yang sebesar-besarnya?

Nah orang pacaran ibarat seperti itu. Wanita diibaratkan seperti provider hp dan pria diibaratkan seperti user atau pengguna dari provider hp tersebut. Pria mencari point, sama saja pria mencari kesanangan saja apa yang ada didalam diri wanita. Jika sudah merasakan? Ya dia tinggalkan.

Kamu perlu tahu, perbuatan buruk yang dilakukan oleh orang pacaran itu salah satunya adalah hamil diluar nikah. Jika wanita terlihat buktinya, hamil, secara fisik mudah untu dilihat. Sedangkan pria? Tidak ada buktinya.

Pahami ini:
Orang luar masuk kedalam rumah, karena diizinkan oleh orang yang punya rumahnya.

6. Tapi kan pacaran saling mengingatkan

Iya saling mengingatkan, "mas makan belum, mas minum belum dan mas lainnya." Tapi tidak saling ingat terhadap diri sendiri, bahwa pacaran adalah perbuatan yang salah,

7. Jangan deket-deket dulu mas, lagi bulan ramadhan 

Apakah pacaran itu hanya diharamkan pada bulan ramadhan saja? Di bulan bulan lain juga pacaran ya haram, bahkan jika dilakukan di bulan ramadhan dosanya lancar jaya. Dilipatgandakan haha.

8. Pacaran buat semangat aja

Apa semangatmu hanya disaat pacaran saja? Emang tidak bisa jika berteman saja? Atau bersahabat? Kalau pacaran nanti akan membuat hal yang 'tidak pantas', karena mereka merasa saling memiliki.

Beda loh merasa saling memiliki dengan memiliki. Kalau merasa itu hanya baru sebatas keinginan, tapi belum tercapai. Sedangkan memiliki, itu sudah pasti sudah tercapai dan halal.

9. Pacaran kan ikutan trend anak muda zaman sekarang.

Trend jelek kamu ikutin? Apa tidak ada trend yang baik lainnya sampai kamu mengikuti trend pacaran?

10. Tapikan kita jalani nya dengan pacaran yang islami

Iya memang ada pacaran yang islami, pacaran setelah nikah. Kalau kamu bilang pacaran yang islami, saya nanya. Adakah daging babi yang halal?

Perbuatan haram, dipaksakan untuk menjadi perbuatan yang halal.

11. Pacaran itu hak orang, bebas untuk memilih. Karena pacaran itu pilihan.

Wanita, apakah kamu mau menjadi pilihannya dalam hal urusan kejelekan?

Kamu mau jadi manusia yang baik? Kamu milih mana, surga atau neraka?
Memang, masalah surga dan neraka adalah kententuan-Nya. Tapi pantaskah manusia yang melakukan keburukan akan masuk ke surga-Nya begitu saja?

D dalam ayat alquran surat al-isra ayat 33 Allah melarang kita untuk mendekati zina. Mendekati zina saja tidak boleh, apalagi melakukannya?

Mendekati zina, sama saja kita menjadi orang munafik.

Kita sudah bersyahadat, syahadat artinya berikrar tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. 

Kita mempercayai bahwa tiada Tuhan selain-Nya, otomatis kita juga percaya terhadap ajarannya dan menjalankan apa yang diperintahkannya dan menjauhi apa yang dilarangnya. Ketika kita melanggar apa yang diperintahkannya, otomatis kita tidak mentaatinya dan kita termasuk orang munafik. Percaya ada Tuhan, tapi malah berbuat apa yang dilarangnya.


12. Malam mingguan bareng pacara

Wanita diajak malam mingguan dengan pacarnya sambil berpelukan, keliling keliling komplek sudah cukup. Itu saja membuat wanita sudah senang. Tapi apakah berfikir, maukah jika harga dirimu disamakan dengan 1 liter bensin? Serendah itu kah harga dirimu?

Padahal didalam islam, wanita itu sangat di hormati, wanita itu sangat di hargai.

Pacaran itu bukan hubungan yang halal, bukan hubungan yang direstuinya. Pacaran itu bukan cinta, pacaran hanyalah sebatas nafus belaka. Karena, Just Halal is the only definition of love.

Memang saya sendiri sebagai penulis ini masih sangat belum benar perbuatannya, perilakunya. Ada saja perbuatan saya yang salah. Karena saya sayang terhadap sesama manusia, makanya saya ingin mengingatkan kalian bahwa sudahlah tidak usah pacaran.

Ada beberapa hal dalam memandang seseorang yang pacaran, yaitu:

Menurut Asep Kamal Maulana, ada 3 sudut pandang dalam memandang seseorang yang berpacaran, yaitu:

1. Berprasangka baik 

Kita tahu bahwa pacaran dilarang dalam islam akan tetapi kita harus tetaap berhusnuzan dan tetap berusaha utk tidak sinis atau benci terhadap orang yg berdua-duan, bermesraan dijalan-jalan atau tempat lainnya barangkali mereka sudah menikah, sudah khitbah atau mereka belum tahu hukum pacaran.

2. Mengingatkan lewat tulisan maupun ucapan.

Ya seperti saya ini, mencoba mengingatkan melalui tulisan. Karena bukan hak saya untuk memaksa mereka agar tidak berpacaran. Itu biar menjadi urusan pribadi manusia dengan Tuhannya.

3. Mungkin mereka belum bisa meninggalkan kebiasaan tersebut bagi yg hobi dan dia ingin bertobat.

Memang budaya ini sulit dihilangkan, akan tetapi disana-sini sudah digaungkan GITP atau jam'iyah jomblo fisabilillah dan lainnya, akan tetapi tetap saja mereka mereka melakukan.

Pada akhirnya perbuatan buruk dan baik itu pilihan, toh Allah juga telah menciptakan perbuatan baik dan buruk dan manusia yg memilih perbuatannya sendiri jadi pacaran pilihan mereka, kita cuma bisa mengatakan saja.

Argument ini bukan untuk membela yg pro dan kontra lo

Solusi agar tidak pacaran:


Gunakan akal untuk berfikir. Apakah pacaran itu ada manfaatnya Atau tidak?
Pacaran itu berakhir kalau tidak jadi mantan ya jadi manten.

Sebelum adanya akad, jangan mengatakan cinta. Ataupun mempercayai adanya cinta dari pria lain, selain ayahmu.

Bayangkan, jika kamu sebagai orangtua sudah memiliki anak, dan anak itu adalah perempuan. Rela kah jika anak perempuanmu itu dijadikan 'mainan' pria nakal? Rela kah jika anak perempuanmu itu dilecehkan, hatinya dipermainkan oleh pria tidak bertanggung jawab?

Jika memang pria tersebut cinta dengan kamu, tidak mungkin dia ngajak kamu untuk pacaran. Jika dia bilang katanya dia serius dengan kamu, pasti sudah ajak kamu nikah, Bukan mengajak pacaran. Karena cinta dan serius dalam hubungan adalah hal yang halal, harus melalui pernikahan. Pernikahan, proses ikatan hubungan seseorang dengan orang lain dengan yang direstui-Nya.
Tidak ada lelaki sholeh yang mengajak pacaran.
Percaya bahwa jodoh itu tidak akan tertukar. Karena Allah sudah mengaturnya, sudah tertulis didalam lauh mahfudznya jauh-jauh hari sebelum manusia itu diciptakan.


Belajar dari ikan dan sayur.


Sayur yang berada di pegunungan ataupun kebun. Dan ikan yang berada di laut, sungai maupun danau. Akan bertemu di tempat yang sama, dan waktu yang sama, yaitu pasar. Padahal pasar bukan tempatnya mereka. Tapi mau bagaimana lagi, mereka tidak bisa menolak. Karena itu sudah takdirnya.

Sama seperti jodoh, jika kamu dan dia memang ditakdirkan untuk berjodoh, Sejauh apapun dia pergi, dan selama apapun kamu pergi. Jika Allah berkehendak untuk menjodohkannya, maka kamu dan dia akan bertemu di waktu yang tepat dan tempat yang tepat juga. Jadi, manusia bisa apa?

Jadilah wanita yang spesial, jadilah wanita yang susah di dapatkan. Akan tetapi beruntung jika dimiliki. Dengan cara perbaiki diri, dan selalu mendekat dengan-Nya.

Kesimpulan:

Pacaran itu ga baik. Khususnya lebih merugikan wanita. Pria hanya mencari kesenangan, pacaran hanya sebatas nafsu belaka. Sebagai wanita jangan mau dimanfaatkan oleh pria ga jelas,
Jangan percaya dengan pria yang mengatakan cinta, tapi tidak mengajak untuk menikah.
Pacaran itu bukan cinta. Jagalah kehormatanmu.
Sekali lagi, Halal is the only definition of love. Cinta adalah Halal, dan halal adalah cinta. Jika kau mencintainya, maka kamu harus memilih untuk menghalalkannya atau meninggalkannya. Ya, hanya itu.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa Itu Cinta"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Yang Sopan. Mohan Maaf Dilarang SPAM dan SARA.