Niat Membayar Zakat Fitrah Beserta Artinya

Bab Zakat - Pengertian zakat adalah kadar harta yang tertentu, yang diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan memenuhi beberapa syarat. Sedangkan zakat fitrah zakat yang dikeluarkan pada bulan ramadhan bagi setiap muslim sesuai dengan syarat-syarat tertentu. Zakat fitrah dibayarkan maksimal sebelum pelaksanaan shalat idul fitri, sebelum khotib naik ke mimbar.

Zakat Fitrah
Zakat Fitrah

Niat Untuk Mengeluarkan Zakat Fitrah


  • Niat Membayar Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri

نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِىْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaannya: Nawaitu an ukhrija zakatal fitri 'an nafsii fardhol lillahi ta'alaa
"Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah pada diri saya sendiri, fardhu karena Allah Ta'ala"

  • Niat Membayar Zakat Fitrah Untuk Istri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaannya: Nawaitu an ukhrija zakatal fitri 'an zauzatii fardhol lillahi ta'alaa
"Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas istri saya fardhu karena Allah Ta'ala.

  • Niat Membayar Zakat Fitrah Untuk Anak Laki-laki 

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ... فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaannya: Nawaitu an ukhrija zakatal fitri 'an waladii ... fardhol lillahi ta'alaa
"Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya (Sebutkan nama anaknya) Fardhu karena Allah Ta’ala"

  • Niat Membayar Zakat Fitrah Untuk Anak Perempuan

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِيْ... فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaannya: Nawaitu an ukhrija zakatal fitri 'an bintii ... fardhol-lillahi ta'alaa
"Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak perempuan saya (sebutkan nama anak perempuannya), fardhu karena Allah Ta’ala"

Hukum Membayar Zakat Fitrah


Hukum membayar zakat fitri adalah wajib, karena zakat masuk kedalam salah satu rukun islam.

Dasar hukum membayar zakat adalah surat an-Nisa ayat 77

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً ۚ وَقَالُوا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلَا أَخَّرْتَنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ ۗ قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا

"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun."


at-Taubah ayat 103 :

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

al-Baqarah ayat 277 :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Dalam potongan hadits riwayat Ahmad dan Muslim :

Dari Abu Hurairah, "Rasulullah SAW telah berkata, "seseorang yang menyimpan hartanya, tidak dikeluarkan zakatnya, akan dibakar dalam neraka jahanam, baginya dibuatkan setrika dari api, kemudia disetrikakan ke lambung dan dahinya.., dan seterusnya". (H.R Ahmad dan Muslim)

Dalam hadits :

Dari Abu Sa'id ia berkata: "Kami mengeluarkan zakat fitrah satu sa' dari makanan gandum, kurma, susu kering atau anggur kering." (Diketengahkan oleh Bukhari dan Muslim).

Kata Sa' disitu memiliki arti ukuran atau takaran. Di negara Indonesia, 1 Sa' adalah 2,2 Kg, akan tetapi dalam pelaksanaannya menjadi 2,5 Kg. Lebih baik lebih daripada kurang.


Hukum Zakat Fitrah Dengan Uang


Bagaiman zakat di Indonesia? Apa Menggunakan Gandum?

Menurut para ulama, zakat fitrah menyesuaikan dimana sesorang itu tinggal. Contoh jika kita tinggal di Indonesia. Karena makanan sehari-hari masyarakat Indonesia adalah nasi. Maka untuk zakat fitrah adalah dengan menggunakan beras. Menurut Madzhab Hanafi boleh juga mengeluarkan zakat fitrah tidak menggunakan beras, gandum atau lainnya yang digantikan dengan uang yang nilainya sama sebesar harga beras atau gantum yang mencapai 2,5 kg.

Misal: Harga beras tahun 2017 seberat 2,5 Kg adalah Rp.25.000. Maka beras tersebut bisa digantikan dengan uang sebesar Rp.25.000 tersebut. Jadi, hukum membayar zakat fitrah dengan menggunakan uang adalah mubah. Sedangkan hukum membayar zakat fitrahnya adalah wajib bagi setiap orang islam yang mencakup kriteria sebagai pembayar zakat (muzakki zakat)


Kriteria waktu untuk membayar zakat fitri


  1. Awal Ramadhan sampai selesai bulan ramadhan, sebelum melaksanakan shalat idul fitri
  2. Yang lebih baik adalah membayar zakat fitri setelah shalat subuh sebelum pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat idul fitri.
  3. Waktu wajib, mulai dari terbenamnya matahari sampai selesainya bulan ramadhan.
  4. Waktu makruh, membayar zaka fitri setelah shalat idul fitri, api sebelum terbenamnya matahari.
  5. Waktu haram, yaitu membayar zakat fitri sesudah terbenamnya matahari dan setelah shalat idul fitri. Jika membayar nya setelah shalat idul fitri, seperti pada point ini. Maka itu bukan di hitung sebagai zakat, akan tetapi sebagai sedekah.


فَمَنْ أدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُوْلَةٌ وَمَنْ أدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ

Artinya : “Barang siapa mengeluarkan  (zakat Fitrah) sebelum shalat (‘Idul Fitri), maka zakatnya sah. Barang siapa mengeluarkannya setelah shalat maka dianggap sedekah sunah.” (HR. Ibnu Majah)


Syarat-syarat wajib zakat fitrah


  1. Islam
  2. Lahir sebelum matahari terbenam matahari pada hari penghabisa bulan ramadhan. Orang yang kawin sesudah terbenam matahari tidak wajib membayarkan zakat istrinya yang baru dikawininya itu.
  3. Mempunyai lebihan harta dari keperluan makanan untuk dirinya dalam sehari-hari.

Sabda Rasulullah SAW: "Tatkala Rasulullah SAW mengutus Mu'az ke Yaman, belai memerintahkan kepada Mu'az, "Beri tahukanlah kepada mereka (penduduk Yaman), sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada mereka sedekah (zakat) yang diambil dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang-orang fakir dikalangan mereka (penduduk Yaman)". (Riwayat Jamaah ahli hadis)


Orang-orang yang berhak menerima zakat:


Mustahik Zakat - Orang-orang yang berhak menerima zakat adalah mereka yang sudah ditentukan oleh Allah didalam Firman-Nya dalam surat at-Taubah ayat 60 :


إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

"Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."


Didalam ayat diatas menunjukkan bahwa orang-orang yang berhak menerima zakat ada 8, yaitu:
  1. Fakir. Orang yang mempunyai harta kurang dati satu nisab atau lebih, akan tetapi habis untuk keperluannya sehari-hari. Secara sederhana, fakir adalah orang-orang yang tidak memiliki penghasilan pekerjaan. Orang-orang yang lebih sengsara daripada miskin.
  2. Miskin. Orang-orang yang memiliki pekerjaan, akan tetapi penghasilan tidak menentu. Dan dari penghasilan itu langsung habis untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
  3. Amil. Orang yang bertugas untuk menyalurkan zakat kepada penerima zakat. 
  4. Muallaf. Orang-orang yang baru masuk islam.
  5. Hamba Sahaya atau budak.
  6. Berhutang. Orang-orang yang memiliki hutang, akan tetapi hutang tersebut jumlahnya lebih besar dari harta yang ia miliki.
  7. Fisabilillah. Orang yang berjuang dijalan Allah.
  8. Musafir. Orang-orang yan gbepergian pada jalan Allah

  • Doa Amil atau pengurus Zakat
Amil zakat membaca doa setelah menerima zakat dari seseorang yang siap untuk disalurkan kepada yang berhak menerima, Doanya adalah: 

آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا
“Semoga Allah SWT memberikan pahala kepadamu atas apa saja yang telah Allah memberi berkah kepadamu atas semua yang masih ada padamu dan mudah-mudahan Allah menjadikan kesucian bagimu.”
Orang-orang yang dilarang menerima Zakat:
  1. Ahlul Bayt, atau keturunan Rasulullah SAW.
  2. Orang-orang yang telah membayar zakat. Atau orang-orang yang sebagai muzakki zakat.

Referensi:


H.Sulaiman Rasyid, Fiqih Islam, Bandung:Sinar bau Algesindo 1994 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Niat Membayar Zakat Fitrah Beserta Artinya"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Yang Sopan. Mohan Maaf Dilarang SPAM dan SARA.