Macam-macam Puasa Sunnah Dan Hikmah Puasa

Puasa itu ada banyak jenisnya. Ada puasa sunnah dan ada juga puasa yang wajib. Akan tetapi, ada juga puasa yang diharamkan oleh Allah SWT. Salah satu puasa yang diharamkan Allah SWT adalah puasa di saat hari raya idul fitri maupun idul adha. Dan salah satu puasa yang diwajibkan oleh Allah adalah puasa ramadhan. Seperti sekarang ini, kita diwajibkan untuk berpuasa. Baik pria maupun wanita, semuanya diwajibkan berpuasa. Kecuali orang-orang yang memiliki rukhsoh atau alasan.

Puasa sunnah bisa menjadi acuan seseorang melaksanakan puasa wajib. Mengapa? Karena ketika orang tersebut rajin berpuasa sunnah, insyaAllah wajibnya pun ia jalani. Karena orang tersebut sudah mengetahui, lebih baik mana perintah menjalankan puasa wajib atau puasa sunnah.

Puasa sunnah yang paling sering dilakukan masyarakat adalah puasa senin-kamis, akan tetapi sebenarnya banyak puasa puasa sunnah lainnya. Seperti berikut ini akan dipaparkan contoh-contoh puasa sunnah.

Puasa Sunnah Dan Hikmah Puasa
Puasa Sunnah Dan Hikmah Puasa

Puasa yang disunnahkan itu ada 6 jumlahnya, yaitu:

1. Puasa tengah bulan


Maksudnya adalah berpuasa dari tiap-tiap bulan Qomariah (Hijriyah). Yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15. Yang dijelaskan pada hadits Rasulullah riyawat Ahmad dan Nasai berikut ini:
Dari Abi Zarr. Rasulullah telah berkata "Hai Abu Zarr, apabila engkau hendak puasa hanya tiga hari dalam satu bulan, hendaklah engkau puasa tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas. 

2.  Puasa hari senin kamis


Berpuasa setiap hari senin dan kamis tiap minggunya. Seperti pada hadits Nabi Muhammad Berikut ini yang telah diriwayatkan oleh Tirmizi.
Dari Aisyah, Nabi Besar Muhammad SAW memilih waktu puasa hari senin dan hari kamis.

3. Puasa pada bulan sya'ban

Kata Aisyah, "Saya tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan satu bulan selain dalam bulan ramadhan dan saya tidak melihat beliau dalam bulan-bulan yang lain berpuasa lebih banyak daripada bulan sya'ban. (H.R Bukhari dan Muslim)

4. Puasa pada enam hari bulan syawal


Puasa 3 hari setelah melasanakan bulan ramdhan didalam bulan syawal. Haditsnya seperti berikut:
Dari Abu Ayyub. Rasulullah SAW berkata, "Barangsiapa yang puasa dalam bulan ramadhan, kemudian ia puuasa pula enam hari dalam bulan syawal adalah seperti puasa sepanjang masa." (Hadits Riwayat Muslim)

5. Puasa hari "Asyura pada tanggal 10 Muharram


Hikmah dari puasa ini adalah jika hambanya yang berpuasa pada tanggal 10 Muharram, Insya Allah, Allah akan mengahapuskan dosa umatnya satu tahun yang lalu.
Dari Abu Qatadah, Rasulullah SAW telah berkata, "Puasa hari 'Asyura itu menghapuskan dosa satu tahun yang telah lalu." (Riwayat Muslim)

6. Puasa hari Arafah pada tanggal 9, bulan haji.


Akan tetapi, untuk orang yang sedang dalam melaksanakan haji, maka puasa ini tidak disunnahkan atasnya. Jika kita melasanakan puasa arafah ini, Insya Allah dengan izin-Nya dosa kita diampuni selama 2 tahun. Yaitu satu tahun yang lampau dan satu tahun di masa yang akan datang.
Dari Abu Qatadah, Nabi Muhammad SAW telah berkata, "Puasa hari Arafa itu menghapuskan dosa dua tahun. Satu tahun yang lalu, dan satu tahun yang akan datang."(Riwayat Muslim)
Dari Abu Hurairah, Ia berkata, "Rasulullah SAW telah melarang berpuasa pada hari Arafah di padang Arafah." (Riwayat Ahmad dan Ibn Majah)

Puasa terus menerus, bolehkah?


Lalu, bagaimana hukumnya jika berpuasa secara rutin atau setiap hari?
Berpuasa setiap hari termasuk pada hari tasyriq dan 2 hari raya (hari raya idul fitri dan idul adha) adalah hukumnya haram. Dan jika berpuasa bukan di hari raya dan hari tasyriq, maka hukumnya adalah makruh.

Perhatikan hadits berikut ini:
"Bahwasayanya Tuhanmu mempunyai hak atasmu, yang wajib engkau bayar, begitu juga dirimu dan keluargamu, semua mempunyai hak yang wajib engkau bayar. Maka dari itu, hendaklah engkau berpuasa (sewaktu-waktu) dan berbuka (pula sewaktu-waktu), berjaga malam (sewaktu-waktu) dan tidur (di waktu yang lain). Dekatilah keluargamu dan berikanlah hak mereka satu persatu." (Riwayat Bukhari)


Hikmah Puasa


Setelah dijelaskan macam-macam puasa sunnah, selanjutnnya adalah mengetahui apa saja sih hikmah puasa yang sudah kita jalanin. Karena Allah akan memberikan reward bagi hamba-hamba-Nya yang menjalankan apa yang diperintahkannya. Allah itu adil. Memberikan pahala bagi yang menjalankan perintah-Nya, dan memberikan dosa yang meninggalkan perintah-penrintah-Nya.

Ada hikmah 4 puasa, yaitu:

  1. Menjaga kesehatan. Memberi waktu sistem pencernaan untuk beristirahat. Ibarat mesin, jika setiap digunakan tanpa ada waktu istirahatnya, maka mesin tersebut akan rusak. 
  2. Melatih diri untuk merasakan apa yang di rasakan oleh fakir miskin dan orang lain yang merasakan sakit dan pedihnya perut keroncongan tidak diisi oleh makanan. Hal seperti ini dapat mengukur kesedihan dan kesusahan orang yang sepanjang masanya merasakan perihnya perut yang kunjung tidak mendapatkan makanan karena ketiadaan biaya atau ketersediaan. Dengan demikian, akan muncul perasaan belas asih dan suka menolong kepada fakir dan miskin dan orang-orang yang susah dalam urusan mencari makan.
  3. Rasa berterima kasih kepada Allah atau rasa syukur kepada-Nya atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT yang tidak terbatas dan tidak ternilai harganya. Seperti didalam al-qur'an surat ibrahim ayat 34.
وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

Referensi:


H.Sulaiman Rasyid, Fiqih Islam, Bandung:Sinar bau Algesindo 1994 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Macam-macam Puasa Sunnah Dan Hikmah Puasa"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Yang Sopan. Mohan Maaf Dilarang SPAM dan SARA.