Adab Bepergian Menurut Islam


Assalamu'alaikum...
Bagaimana puasanya? Semoga puasanya di berkahi oleh Allah dan semoga puasanya diperlancar dan dipermudah oleh-Nya. Aamiin aamiin.

Di negara Indonesia, adat-istiadat setelah selesai melaksanakan puasa satu bulan penuh pada bulan ramadhan adalah mudik ke kampungnya masing-masing. Contoh saja di kota cirebon, tidak semua yang tinggal di daerah cirebon adalah orang asli dari cirebon semua. Akan tetapi ada juga orang yang merantau dari daerah lain. Ketika memasuki hari raya idul fitri, mereka pada pulang kampung ke halaman rumahnya masing-masing. 

Maka dari itu, pada kesempatan kali ini akan dijelaskan sedikit adab bepergian yang di contohkan oleh Rasulullah SAW, adab bepergian yang sesuai syariat, yaitu al-qur'an dan hadits. Baik berpergian karena ingin mudik, ataupun jalan-jalan ke tempat wisata.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata:
Rasulullah SAW bersabda, "Ada tiga macam doa yang tidak diragukan lagi keampuhannya, yaitu doanya orang yang teraniyaya, orang yang sedang dalam bepergian, dan orang tua terhadap anaknya." (H.R Abu Daud dan Tirmidzi)

Adab Bepergian Menurut Islam
Image: Pixabay

Tata Cara Bepergian


Dalam hadits Rasulullah SAW yang telah diriwayatkan oleh Abu Daud:
Rasulullah SAW bersabda: "Kamu sekalian hendaklah bepergian pada waktu malam, karena seolah-olah bumi itu berlipat pada waktu malam". (H.R Abu Daud)
Dari Abu Qatadh ra, ia berkata:
"Apabila Rasulullah SAW berada dalam perjalanan dan berhenti pada waktu malam, maka beliau tidur pada pinggang kanannya, dan apabila berhenti sudah menjelang subuh, maka beliau menegakkan lengannya dan meletakkan kepala pada telapak kanannya." (H.R Bukhari)
Dari hadit diatas ini, para ulama berkata: "Beliau mengekkan lengannya supaya beliau tidak lelap di dalam tidur yang dapat menyebabkan terlambat sholat subuhnya atau tidak bisa mengerjakan sholat subuh pada awal waktunya."

Anjuran Membentuk Rombongan dan Mengangkat Pemimpin Rombongan.


Jauh-jauh hari Rasulullah pernah mencontohkannya. Zaman sekarang lebih terkenal dengan istilah touring, dimana pemilik kendaraan secara berbarengan berpergian dengan menggunakan motor atau kendaraan lainnya dan terdapat pula pemimpin yang mengatur perjalanan tersebut.

Dari Amr bin Syu'aib dari ayahnya, dari kakeknya ra, ia berkata:
Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang bepergian sendirian itu bagaikan satu setan, dua orang yang bepergian itu bagaikan dua setan, tiga orang yang bepergian itu adalah rombongan." (H.R Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa'i)

Disini menurut penulis, dua orang yang bepergian jika bukan marhamnya memang sangat dilarang oleh agama islam. Karena haram hukumnya. Jika bepergian sendirian, yang ditakutkan adalah jika diperjalanan terjadi apa-apa, apalagi jika itu permpuan.

Hadits haramnya perempuan bepergian sendirian:

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata:
Rasulullah SAW bersabda: "Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian yang memakan waktu sehari semalam kecuali bersama mahramnya." (H.R Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu Umar ra, ia berkata:
Rasulullah SAW bersabda: "Seandainya manusia tahu (bahanya bepergian) seorang diri sebagaimana yang telah aku ketahui, niscaya tidak akan ada seorangpun yang berjalan sendirian pada waktu malam."
Dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah ra, ia berkata:
Rasulullah SAW bersabda: "Apabila ada tiga orang bepergian hendaklah mereka memilih sallah seorang diantara mereka untuk menjadi pemimpin rombongan." (H.R Abu Daud) 

Doa Ketika Hendak Berpergian 


Allah SWT berfiman dalam surat Az-Zukhfur ayat 12, 13 dan 14:

{12} وَالَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ
{13} لِتَسْتَوُوا عَلَىٰ ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
{14} وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

"Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. {12} Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, {13} dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami". {14}

Dari Ibnu Umar ra, bahwasanya apabila Rasulullah menaiki untanya, untuk keluar bepergian, beliau mengucapkan takbir tiga kali dan berdoa: 

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلبُونَ. اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ والتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللَّهُمَّ أنْتَ الصَّاحِبُ في السَّفَرِ، والخَلِيفَةُ في الأهْلِ. اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ المَنْظَرِ، وَسُوءِ المُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَهْلِ. 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. 
Subhanalladzi Sakhkhara Lana Hadza Wama Kunna Lahu Muqrinin Wa-Inna Ila Rabbina Lamunqalibun. Allahumma Inna Nas’aluka Fi Safarina Hadza Al-Birra Wat-Taqwa, Waminal Amali Ma Tardha. Allahumma Hawwin Alaina Safarana Hadza Wathwi Anna Bu’dah. Allahumma  Antash-Shahibu Fis-Safari Wal Khalifatu Fil Ahli. Allahumma Inni A’udzu Bika Min Wa’tsa’is Safari, Waka’abatil Manzhari, Wasu’il Munqalabi Fil Mali Wal Ahli.

Berikut ini artinya:

“Allahu Maha Besar (3x). Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal sebelumnya kami tidak menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami memohon perbuatan yang Engkau ridhai. Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan yang mengurusi keluargaku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan dalam perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan perubahan yang buruk dalam harta dan keluarga.”
Bismillahi Tawakkaltu ‘Alallaahi Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billahi

Artinya: Dengan menyebut nama Allah S.W.T, aku berserah diri dan tiada daya kekuatan kecuali atas kehendak-Mu.


Referensi:
http://ratauneshu.blogspot.com/2015/05/doa-perjalanan-safar.html
Imam Nawawi, Ryiadhus Shalihin, Bandung: JABAL, 2015

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Adab Bepergian Menurut Islam"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Yang Sopan. Mohan Maaf Dilarang SPAM dan SARA.